Buku SBY: "Lebih Dekat Dengan SBY" Sebuah Kontroversi

Kontroversi Buku SBY "Lebih Dekat Dengan SBY" yaitu sebuah buku yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan di khalayak umum. Buku Pak SBY yang beredar di sekolah-sekolah ini menerima banyak kritikan. Namun ada juga yang pro, kita sebaiknya menyimak saja pendapat yang sedang bergulir.

http://v-images2.antarafoto.com/gec/1285662001/ekonomi%20dan%20bisnis-buku-seri-sby-01.jpg

Sementara itu Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemdiknas, Suyanto, berpendapat bahwa buku seri mengenai Presiden SBY yang berjudul "Lebih Dekat dengan SBY", tidak bermuatan politis. Menurutnya, ini hanyalah sebuah buku biasa yang menceritakan tentang tokoh. "Tidak ada unsur politis sama sekali di dalamnya. Ini hanya buku mengenai seorang tokoh, yang kebetulan Presiden yang saat ini masih menjabat," ungkap Suyanto dalam konferensi pers klarifikasi peredaran buku SBY di Gedung Kemdiknas, Jakarta.

Suyanto juga mengungkapkan bahwa buku tersebut masih bisa dikatakan cocok untuk dibaca oleh siswa-siswi sekolah menengah pertama (SMP). Lebih jauh dikatakannya, penggunaan kalimat dan bahasa di dalam isi buku tersebut biasa saja. "Bahasanya biasa saja. Kalaupun dinilai bahasa tingkat tinggi, janganlah under-estimate terhadap siswa SMP. Para siswa SMP itu sudah mampu membaca buku yang isinya menuntut mereka berimajinasi tinggi, layaknya buku Harry Potter yang dikarang JK Rowling," tukasnya.

Dengan begitu, Suyanto kembali menerangkan bahwa buku mengenai tokoh SBY yang terdiri dari 10 seri tersebut, bukanlah buku yang sengaja diterbitkan untuk berkampanye. "Para penulisnya (buku ini) bukanlah penulis yang didikte untuk membuat buku ini. Misalnya, salah satu seri buku SBY yang berjudul 'Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan'. Yang menulis bukanlah (orang) pesanan, tetapi adalah penulis senior dari media," sebutnya.

Selanjutnya, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Diah Harianti juga mengungkapkan, buku yang jenisnya seperti ini sudah banyak yang terbit dan lolos penilaian Puskurbuk. Ia menyebutkan contoh antara lain buku yang menceritakan tokoh-tokoh pahlawan, tokoh seniman dan lain-lain. "Mungkin ini kebetulan saja, tokoh buku ini mengenai SBY, yang mana masih menjabat sebagai Presiden. Jadi rame," serunya.

Dikatakan Diah, buku seri SBY yang beredar di Tegal, Jawa Tengah ini menurutnya telah memenuhi persyaratan. Selain karena harganya murah, buku ini juga telah lolos penilaian. "Saat ini ada 807 judul buku pengayaan yang telah lolos penilaian, dengan berbagai macam kategori. Buku SBY ini adalah satu satu judul buku yang lolos penilaian tersebut," imbuhnya.

Related Post




Category Article

2 Responses to “Fan2be”

  • Anonymous says:

    seharusnya DEPDIKNAS melarang dan tdk membagikan buku SBY ini kesekolah-sekolah krn tdk termasuk dlm kurikulum dan jelas dg membagikan buku sby kesekolah2x berarti ingin menjaring suara pemula dipemilu 2014, apa yg dilakukan sgt tdk baik..dan melalui buku sby ini ingin berlari dan mencuci otak bagi pemilih pemula. harap segera tarik buku sby tersebut krn tak sesuai dg kurikulum

  • Anonymous says:

    SETUJU...
    TARIK SEGARA BUKU SBY karena ini merupakan bentuk PENJAJAHAN MODERN melalui pendidikan.
    emang SBY pahlawan apa?

What's on Your Mind...

Note: Only a member of this blog may post a comment.